Selasa, 26 Juni 2012

askep antok


Askep Akne vulgaris
1.   Definisi
       Akne vulgaris adalah penyakit peradangan menahun folikel pilosebasea (folikel rambut) yang rentang dan paling sring ditemukan di daerah muka, leher serta badan bagian atas,dan umumnya terjadi pada masa remaja dan dapat sembuh sendiri.
2.   Etiologi
       Meskipun etiologi yang pasti ini belum diketahui, namun ada berbagai factor yang berkaitan dengan pathogenesis penyakit.
1.      Perubahan pola keratinisasi dalam folikel,keratinisasi dalam folikel yang biasanya berlangsung longgar berupa menjadi padat sehingga sukar lepas dari saluran folikel tersebut.
2.      Produksi sebum yang meningkat yang menyebabkan peningkatan unsure komedogenik dan inflamatogenik penyebab terjadinya lesi akne.
3.      Terbentuknya fraksi asam lemak bebas penyebab terjadinya proses inflamasi folikel dalam sebum dan kekentalan sebum yang penting pada pathogenesis penyakit.
4.      Peningkatan kadar hormone androgen, anabolic, kortikosteroid, ganodtropin serta ACTH yang munghkin menjadi faktor penting pada kegiatan kelenjar sebasea.
5.      Terjadinya stress uang dapat memicu kegiatan kelenjar sebasea, baik secara langsung atau melalui rangsangan terhadap kelenjar hipofisis.
6.      Faktor lain ; Usia, ras, makanan, iklim, kosmetika, Bakteri yang secara tidak langsung dapat memacu peningkatan proses pathogenesis tersebut.
3.   Patofisiologi
       Selama usia kanak –kanak, kelenjar sebasea berukuran kecil dan pada hakekatnya tidak berfungsi,kelenjar ini berada dibawah kendali endokrin, khususnya hormon - hormon androgen.,Dalam usia pubertas, hormon androgen menstimulasi kelenjar sebasea dan menyebabkan kelenjar tersebut membesar srta mensekresikan suatu minyak alami ,yaitu sebum, yang merembas naik hingga puncak folikel rambut dan mengalir keluar pada permukaan kulit.
       Pada remaja yang berjerawat, stimulasi androgen akan menungkatkan daya responsive kelenjar sebasea sehingga akne terjadi ketika duktus pilosebaseus tersumbat oleh tumpukan sebum bahan brtumpuk ini akan membentuk komedo.
Patofisiologi akne vulgaris dipengaruhi oleh empat faktor utama yaitu
1.  Peningkatan sekresi sebum
2.  Penyumbatan saluran pilosebasea
3.  Perubahan komposisi lemak permukaan kulit
4.  Kolonisasi baktri dalam folikel sebasea






Patoglodiagram (Patofisiologi + Penyimpangan KDM)
Akne Vulgaris
 





















4.  Manifestasi klinis
       lLesi inisial akne berupa komedo,komedo tertutup(whitehead) merupakan slesi obstruktif yang terbentuk oleh lipid atau minyak yang terjepid dan keratin yang menyumbat folikel yang melebar,whitehead meripakan papula kecil berwarna keputihan dengan libang folikel yang halus sehingga umunmya tidak terlihat,komedo terbuka dimana isi saluran memiliki hubungan yang terbuka luar dengan lingkungan luar, komedo terbuka dinamakan black-head,warna black -head bukan terjadi karena kotoran melainkan karena akumulasi lipid,bakteri serta debris epitel, Meskipun penyebabnya yang benar tidak di ketahui sebaguan komedo tertutup dapat mengalami rupture dan menimbulkan reaksi inflamasi yang disebabkan oleh perembasan isi folikel (sebum, keratin, bakteri)kedalam dermis.Reaksi inflmasi ini dapat terjadi akibat kerja bakteri kulit tertentu seperti propionibacterilin akne yang hidup dalam folikel,rambut dan menguraikan trigligserida dari sebum menjadi asam lemak bebas serta gliserin.
       Inflamasi yang ditimbulkan terlihat secara klinis sebagai papula eritomatosa, pustule dan kista inflamatorik. Papula serta kista yang ringan akan kempis dan sembuh sendiri tanpa terapi, papula dan kista yang lebih dalam dapat menimbulkan jaringan parut pada kulit (stwisky 1992).Akne di bagi menjadi beberapa derajat pasien dengan akne derajat 1 memiliki komedo papula atau pustule yang kurang dari 10 buah, pada salah satu sisi wajah, pasien dengan derajat 2, 10 hngga 20 buah, komedo papula atau pustula,Derajat 3 25 hingga 50; dari derajat 4 lebih dari 50 (stawisky 1992).

5.   Penatalaksanaan Medik
Tujuan penatalaksanaan akne adalah untuk mengurangi koloni bakteri menurunkan aktivitas kelenjar sebasea mencegah agar folikel tidak etrsumbat, mengurangi inflamasi, memerangi infeksi skunder,menimalkan pembentukanjaringan parut dan mengeliminasi factor –faktor predusposisi terjadinya akne,program terapi bergantung pada lesi(komedo, popular, pustule, kistik)
Penyembuhan penyakit akne tidak dapat diperkurakan kendati tersedia kombinasi terapi yang dapat mengendalikan aktivitasnya secara efektif,mungkin hanya terapi topical yang di[erlukan untuk mengobati lesi yang ringan hingga sedang selain untuk mengatasi lesi inflamatorik superficial(papuler atau pustule)
Terapi Diet ; Meskipun pembatasan makanan terus dianjurkan dalam penanganan akne,diet tidak memainkan peranan yang utama dalam terapi, penghindaran jenis atau produk makanan tertentu yang berkaitan jenis peningkatan intensitas akne seperti coklat, cola, gorengan atau produk susu harus digalakkan.
Higiene kulit ; Pada kasus-kasus akne yang ringan tindakan diperlukan mungkin hanya dengan membasuh muka dua kali sehari dengan sabun pembersih muka seperti Lava, Dial atau Neurogenik,jenis sabun ini dapat menghilangkan minyak kulit yang berlebihan dan pada sebagian besar kasus melenyapkan komedo,metode lain yang efektif untuk menghilangkan komedo adalah dengan pemakaian spons aprasif seperti Buf-puf(clark,1993),Tindakan memberikan nasehat yang positif untuk menetramkan kekhawatiran pasien dengan penuh perhatian dan bersikap sensitive terhadap perasaan pasien merupakan unsur – unsur penting yang turut memberikan kontrabusinya dalam menciptakan kesehatan psikologis pasien dan pemahamanya mengenai penyakit serta rencana terapinya.
Penggunaan krim atau produk kosmetik yang berbahan dasar minyak tidak di anjurkan, banyak preparat yang di jual bebas di toko-toko obat diklaim oleh produsennya sebagai obat yang efektif untuk menangani akne, Namun kemujaran preparat semacam itu patut di pertanyakan pada sebagian kasus, preparat tersebut malahan membuat keadaan akne bertambah parah, kepada pasien harus di sarankan untuk menghentikan pemakaian obat bebas yang di belinya sendiri dan tetap mematuhi terapi yang diresepkan oleh dokter, lamanya terapi bergantung pada luasnya dan beratnya akne, pada kasus-kasus yang berat lama terapinya dapat melampaui waktu beberapa bulan atau bahkan beberapa tahun.
6.  Diagnostik Test
Diagnosis akne di buat berdasarkan riwayat indifidual dan penerimaan jasmani, baik lesi ditandai oleh akne, serta usia .Akne tidak terjadi sebelum pubertas ,adanya komedo yang tipikal bersama kulit yang sangat berminyak merupakan cirri khas, keadaan berminyak lebih menonjol pada daerah midfaisal.
7.  Prognosa
Baik, prognosa Akne vulgaris umumnya sembuh sebelum  mencapai usia 30-40an.Jarang terjadi akne vulgaris yang menetap sampai tua atau mencapai gradasi sangat berat sehingga perlu di rawat inap di Rumah sakit.
A.     PEMERIKSAAN FISIK KEPERAWATAN
a.  Vital sign
-        Tekanan darah
-        Suhu tubuh
-        Respirasi
-        Denyut nadi
b.  Berat badan
c.   Tingkat kesadaran
-      Apatis
-      Samnolen
-      Delirium
-      Stupor
-      Koma
d.  Heat To Toe
1.    Kulit / Integumen
       Tekstur, kelembaban lesi, perubahan warna, mobilitas, suhu, turgor, edema.
2.    Kepala dan Rambut
       Bentuk, ukuran, posisi warna, peradangan serta kebersihan.
3.    Kuku
       Warna bantalan kuku, konsistensi, ketebalan atau kebersihan.
4.    Mata / Penglihatan
Bentuk, refleks cahaya, lapang pandang.

5.    Hidung / Penghidungan
Bentuk dan posisi, peradangan/ pendarahan, reaksi alergi, pemakaian alat  bantu penghidungan.
6.    Telinga / Pendengaran
Bentuk dan posisi, peradangan cairan, ketajaman pendengaran, pemakaian alat bantu.
7.    Mulut dan Gigi
Bibir, Mukosa, Gigi, Lidah dan fungsi pengecapan, peradangan, kebersihan, gangguan menelan, rumusan gigi.
8.    Dada
Pernapasan, bentuk, pola dan bunyi serta irama jantung.
9.    Abdomen
Bentuk, Turgor, massa cairan, Hepar, Lien, Ginjal, bising usus.
B.     DIAGNOSA KEPERAWATAN
1.    Gangguan integritas kulit yang berhubungan dengan lesi dan reaksi inflamasi
2.    Gangguan citra tubuh yang berhubungan dengan rasa malu dan frustasi terhadap tampilan dirinya.
3.    Kurang pengetahuan tentang proses penyakit dan terapinya.
C.     INVERTENSI / TINDAKAN
1.  Gangguan Integritas kulit yang berhubungan dengan Lesi dan reaksi Inflamasi.
·         Mandiri
-     Observasi Lesi secara Peribiodik untuk perubahan respon terhadap terapi.
-     Lindungi kulit yang sehat terhadap kemungkinan Maserasi.
-     Nasehati pasien untuk menggunakan kosmetik dan preparat tabir surya.
·         Rasional
-     Pemakaian Kortikoseroid topical yang ekstensif dalam waktu yang lama.
-     Maserasi pada kulit yang sehat dapat menyebabkan pecahnya kulit dan perluasan kelainan Primer.
-     Banyak masalah kosmetika pada hakekatnya semua kelainan malignitas kulit dapat dikaitkan dengan kerusakan kulit kronik.
·         Kolaborasi
-     Nasehati pasien untuk menghentikan pemakaian setiap obat kulit yang memperburuk masalah.
·         Rasional
-     Dermatitis kontak / reaksi alergi dapat terjadi akibat setiap unsure yang ada dalam obat tersebut.
2.  Gangguan citra tubuh yang berhubungan dengan rasa malu dan frustasi terhadap tampilan dirinya.
·         Mandiri
-     Kaji makna kehilangan atau perubahan pada pasien atau orang terdekat.
-     Terima atau akui ekspresi frustasi, ketergantungan, marah, kedudukan dan kemarahan.
-     Perhatikan perilaku menarik diri dan penggunaan penyangkalan.
-     Susun pembatasan perilaku maladaptik.
-     Perhatikan perilaku tak menilai saat memberikan perawatan dan membantu pasien untuk mengidentifikasi prilaku positif yang membantu perbaikan.
-     Berikan harapan dalam parameter situasi individu, jangan memberikan keyakinan yang salah.
·         Rasional
-     Episode traumatic mengakibatkan perubahan tiba-tiba, tak diantisipasi.
-     Penerimaan perasaan sebagai respon normal terhadap apa yang terjadi membantu perbaikan.
-     Penyangkalan mungkin lama dan mungkin mekanisme adaptif karena pasien tidak siap mengatasi masalah pribadi.
-     Pasien dan orang terdekat cenderung menerima krisis ini dengan cara yang sama dimana mereka telah mengalaminya waktu lalu.
-     Saat menghadapi kesulitan dan frustasi untuk mengatasi prilaku yang mengganggunya.
-     Meningkatkan kepercayaan dan mengadakan hubungan antara pasien dan perawat.
-     Meningkatkan perilaku positif dan memberikan kesempatan untuk menyusun tujuan dan rencana untuk masa depan berdasarkan realitas.
·         Kolaborasi
-     Rujuk keterapi fisik dan konsul psikiatrik. Contoh klinik spesialis perawat psikiatrik, pelayanan social, psikologis sesuai kebutuhan.

·         Rasional
-     Membantu dalam identifikasi cara atau alat untuk meningkatkan atau mempertahankan kemandirian.
3.  Kurang pengetahuan tentang proses penyakit dan terapinya.
·         Mandiri
-     Kaji ulang prognosis dan harapan yang akan dating.
-     Diskusikan harapan pasien untuk kembali kerumah, kerja dan aktifitas normal.
-     Tentukan apakah pasien mengetahui (memahami dan salah mengerti) tentang kondisi dirinya.
-     Jaga agar pasien mendapatkan informasi yang benar : memperbaiki kesalahan konsepsi / informasi.
-     Peragakan peranan terapi yang diprogramkan (mencuci muka dua kali sehari dengan sabun pembersih muka seperti Lava dan Dial).
-     Berikan nasihat kepada pasien untuk menjaga agar kulit tetap sehat dan juga berikan penyuluhan kepada pasien bahwa Akne tidak mungkin hilang dalam waktu yang singkat, mereka harus teguh pelaksanaan pengobatan yang persisten setiap harinya.
-     Beri tahukan kepada pasien untuk menggunakan produk pembersih kulit yang diresepkan dokter.
·         Rasional
-     Memberikan dasar pengetahuan dimana pasien dapat membuat pilihan informasi.
-     Pasien sering kali mengalami kesulitan, memutuskan pulang, masalah sering terjadi yang mempengaruhi kebersihan menilai tindakan hidup normal.
-     Memberikan data dasar untuk mengembangkan rencana penyuluhan.
-     Memungkinkan pasien memperoleh kesempatan untuk menunjukkan cara yang tepat untuk melakukan terapi.
-     Memberikan penyuluhan kepada pasien bahwa akne tidak mungkin hilang dalam waktu yang singkat. Oleh karena itu, bila obat tipikal digunakan dan pasien harus memakainya.
-     Memberikan pengertian dan meyakinkan mereka mereka bahwa sebagian besar obat akne akan menimbulkan pengeringan dan pengelupasan kulit.
·         Kolaborasi
-     Berikan petunjuk yang jelas dan rinci kepada pasien mengenai program terapi.
-     Nasehati pasien untuk menghentikan pemakaian setiap obat kulit yang memperburuk masalah.
·         Rasional
-     Pendidikan pasien yang efektif bergantung pada keterampilan-keterampilan interpersonal professional kesehatan pada pemberian instruksi yang jelas yang diperkuat dengan instruksi tertulis.
-     Dermatitis kontak atau reaksi alergi dapat terjadi akibat setiap unsur yang ada dalam obat tersebut.

D.   DAFTAR PUSTAKA
1.    Djuanda. A, Djuanda. S, Hamzah. M, Aisah. S. 1993. Editor Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin. Edisi kedua. Jakarta : Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia
2.    Arnold. HL, Odom. RB, James. WD. 1990. Andrews di seases of the skin : Clinical Dermatology. 8th ed. Philadelphia WB saunders Company

    
1.                .